Arsip Bulanan: Februari 2008

Sewaktu saya masih smp di jember – jawa timur, pernah mengalami suatu kejadian yang membuat seisi kelas tertawa. Kesalahan dalam tugas mengarang yang memang fatal :) . Ketika guru memberikan tugas untuk mengarang dengan gaya tulis tertentu (semacam menggambarkan sesuatu, saya lupa tepatnya), saya membuat cerpen cinta abg. Ya jaman saya bercelana biru istilah abg belum digunakan.

Dengan tulisan sepanjang 4 folio huruf rapat, saya yakin nilai bagus dalam genggaman. Namun pada akhirnya ketika penilaian dimulai dan guru mulai tertawa, “ini ada yang tulis cerpen cinta, saya tunjuk hidung saja ya”. Seisi kelas mulai tertawa dan saya ikut tertawa.

Ah enaknya bisa tertawa mengingat kejadian lucu di masa lampau :D

Sedekat apa yang saya selalu alami, derita dan bahagia selalu silih berganti, bahkan terkadang hanya salah satu yang terjadi secara terus menerus — kadang – kadang loh ya :) . Ketika bahagia selalu hadir maka derita akan menyelinap perlahan mengingatkan kita bahagia itu akan hilang.Di lain hal derita yang datang membuat saya sibuk hingga bahagia tidak menemukan celah untuk masuk :) .

Berpegang erat pada apa yang menyenangkan, membuat bahagia, seringkali membuat saya melupakan satu fakta bahwa hal itu tidak kekal. Kemudian saya akan mencari bentuk bahagia dan kesenangan lagi, demikian berulang – ulang. Apakah keadaan ini membuat saya bosan? belum, karena bahagia adalah candu.

Sampeyan tahu cara menghilangkan kecanduan saya?. Monggo ditulis resepnya :)

“Dia hanya memanfaatkan saya!” keluh seorang teman yang baru putus hubungan dengan pacarnya. Teman ini amat – sangat sebal dengan pacarnya, sebagai seorang pacar dia berusaha membantu kesulitan yang dihadapi oleh sang pacar. Namun seiring dengan waktu, yang dinamakan kesulitan oleh sang pacar menjadi semakin melebar hingga pekerjaan utama 68% di tumpukan kepada teman ini. Di sisi lain, sang pacar berujar “Dia telah berbohong soal pekerjaan nya” mengakui apa yang bukan usaha nya sendiri atas nama rendah diri pada perempuan yang di taksir.

Lalu mereka berpisah.

Interaksi antar dua individu sedikit banyak melibatkan asas manfaat, baik dari sisi ekonomi dan ruhani. Kemampuan menggunakan asas manfaat ini untuk kebaikan kedua belah pihak terkadang tidak sama, yang akhirnya mengakibatkan gejolak. Rendah diri bermanifestasi menjadi kebohongan kecil dan puncaknya mahakarya kebohongan diyakini sebagai benar diri sejati.

Atas dasar manfaat maka terjadi hubungan pasangan bak dagang di pasar. Atas dasar rendah diri maka menipu diri dan dipegang erat – erat.

Sejauh mana sampeyan memanfaatkan dan membohongi pasangan? :)

Karena sudah terlalu sering mengedit hello world maka saya berhenti disini saja.