Arsip Bulanan: Maret 2008

Seorang wanita tanpa rumah tidur di depan sebuah ruko, berteriak dia lantang “Jangan kau soroti aku dengan cahaya lampu mobil mu!, mengapa setiap malam aku tertimpa cahaya itu?, kesengajaan ini membuat aku kesal!”

Aku diam tanpa hirau teriaknya dan ku label dia, gila.

Semudah membalik telapak tangan dan ku label dia, gila.

Merapal mantra membisik diri, gila.

Dia selalu welcome dengan kedatangan saya di rumah nya. Senyum mengembang ketika tatapan mata tertuju pada kikuknya saya menanyakan anaknya.

Dia tetap semangat mengikuti prosesi pernikahan dan luapan doa bagi keselamatan kami, walau badan ringkih sakit membatasi gerak – geriknya.

Hari ini beliau berjalan kembali.

Selamat jalan Ibu, kami disini akan baik – baik saja.