Caranya simple.
Step pertama. Hilangkan semua faktor yang dapat di kaitkan pada diri. Setidaknya minimalkan hal itu agar terbentuk imej korban. Perlahan dan amat sangat halus bujuk rayu audiens dengan kata-kata pembuat iba.
Sudah?
Step kedua. Beri label yang canggih-canggih pada obyek pelaku, ‘penindas’ ‘ego tinggi’ ‘dewa’ dan sebagainya. sebagai korban, jangan sungkan untuk melabel diri ‘tertindas’ ’selalu di kalahkan’ ‘manusia biasa’ dan sebagainya.
Sudah?
Step ketiga. Pemanis akhir dalam paket balas dendam ini adalah, kata atau kalimat yang dianggap dari otoritas tertinggi (lebih baik lagi kalau otoritas tertinggi itu adalah agama). sori gak ada contoh, silahkan cari sendiri kata dan kalimat yang sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Saya agak bingung membuat judul, yang benar itu prosedur operasi standard atau standard operasi prosedur atau bagaimana ya?.
Oh ya, seperti apa standard operating procedure sodara ketika balas dendam?. Maaf mengecewakan sodara, ini bukan SOP saya tetapi sodara berhak sepenuhnya untuk memodifikasi dan melakukan tweaking agar tujuan balas dendam yang ada di kepala sodara tercapai dengan sempurna, halus dan amat sangat merusak.