Di sebuah resto hotel lewat tengah malam mengurai kata magis spiritual dengan banyak koma tanpa titik antara hisapan rokok seruput minum berusaha mengejar berlari satu kata aku tahu apa yang kau bicarakan.
Menutup mata ada beda walau selalu ku bilang cara kita berlainan.
Karena berbeda mengapa menuntut untuk sama.
Silahkan berjalan sendirian tanpa kawan akrabi semua apa yang ada, tidak mewah memang karena tiada guru untuk berlindung dan kemampuan adikodrati.
Tidak hebat sungguh untuk jujur menerima diri.
Bila takut yang kau takuti apa guna semua kemampuan kekanak-kanakan bertahun-tahun kau tumpuk untuk merasa berbeda.
Dangkal tak guna membuat topeng tebal ‘aku berbeda aku hebat’